SAPAAN GEMBALA Pdt. Andy Markus — Kamis, 14 Mei 2026
“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
— Yohanes 14:26 (TB)
Hari Kenaikan Yesus Kristus mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya berjalan sendirian. Setelah Yesus naik ke sorga, Ia memberikan janji yang penuh pengharapan: Roh Kudus akan datang menyertai, menghibur, dan memampukan setiap orang percaya menjalani kehidupan sesuai kehendak Allah.
Roh Kudus bukan hanya hadir dalam ibadah, tetapi bekerja nyata dalam setiap langkah hidup, pelayanan, pekerjaan, dan perjuangan kita sehari-hari.
Bagaimana Roh Kudus Bekerja Dalam Kehidupan dan Karya Kita?
1. Roh Kudus Adalah Penolong yang Meneguhkan
Yesus berkata:
“Penghibur itu akan datang.”
Kata “Penghibur” berasal dari bahasa Yunani Parakletos, yang berarti:
- penolong,
- pembela,
- penguat,
- pendamping.
Artinya, orang percaya tidak pernah berjalan sendiri.
Tanpa Roh Kudus, manusia mudah:
- menyerah saat menghadapi tekanan,
- takut melangkah,
- kehilangan arah hidup,
- bahkan melayani hanya dengan kekuatan daging.
Namun ketika Roh Kudus bekerja:
- keberanian muncul,
- pengharapan dipulihkan,
- kekuatan baru dicurahkan,
- iman tetap teguh di tengah badai kehidupan.
Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:8 berkata:
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…”
Kuasa Roh Kudus bukan untuk kesombongan rohani ataupun mencari kemuliaan diri sendiri. Kuasa itu diberikan supaya kita menjadi saksi Kristus melalui perkataan, kasih, kehidupan, dan pelayanan kita.
Roh Kudus memampukan orang biasa dipakai Tuhan untuk melakukan perkara yang luar biasa.
2. Roh Kudus Mengubahkan Hati
Yohanes 16:8 menjelaskan bahwa Roh Kudus menginsafkan dunia akan:
- dosa,
- kebenaran,
- dan penghakiman.
Kita mungkin bisa berbicara dengan baik dan menyampaikan banyak nasihat, tetapi tidak ada manusia yang mampu mengubah hati manusia tanpa pekerjaan Roh Kudus.
Roh Kudus bekerja dengan:
- melembutkan hati yang keras,
- membuka mata rohani,
- membawa seseorang kepada pertobatan yang sejati.
Kita hanya dapat mengetuk pintu hati seseorang, tetapi Roh Kuduslah yang membuka pintu itu dari dalam.
Karena itu:
- jangan putus asa saat melayani,
- jangan kecewa ketika belum melihat hasil,
- jangan berhenti menabur kasih dan kebenaran.
Tetaplah setia, sebab Roh Kudus terus bekerja bahkan ketika mata kita belum melihat hasilnya.
Firman Tuhan berkata dalam 1 Korintus 3:6:
“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”
Tugas kita adalah menabur dan setia. Tuhan sendiri yang akan memberi pertumbuhan pada waktunya.
Penutup
Di momen Hari Kenaikan Yesus Kristus ini, mari kita semakin bergantung kepada Roh Kudus dalam seluruh perjalanan hidup kita.
Ketika Roh Kudus bekerja:
- yang lemah dikuatkan,
- yang takut diteguhkan,
- yang putus asa dipulihkan,
- dan yang biasa dipakai Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya.
Jangan melayani dengan kekuatan sendiri. Libatkan Roh Kudus dalam setiap langkah hidup kita, sebab bersama Roh Kudus tidak ada pelayanan yang sia-sia dan tidak ada kehidupan yang terlambat dipulihkan Tuhan.
Haleluya. Amin.
