TETAP MEMUJI TUHAN, MESKI HIDUP TIDAK SELALU MUDAH
📖 Firman Tuhan
“Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.”
— Mazmur 145 : 3 (TB)
Di zaman sekarang, banyak orang mudah bersyukur saat hidup sedang baik-baik saja.
Namun tidak sedikit yang mulai kecewa kepada Tuhan ketika doa belum dijawab dan keadaan hidup tidak berjalan sesuai harapan.
Padahal iman sejati tidak diukur dari seberapa keras seseorang memuji Tuhan saat diberkati…
tetapi seberapa setia ia tetap percaya ketika hidup sedang diuji.
Daud memahami hal itu.
Mazmur 145 bukan lahir dari kehidupan yang selalu mudah.
Daud pernah:
- dikejar musuh,
- dikhianati orang dekat,
- menghadapi pergumulan,
- bahkan mengalami air mata dan tekanan hidup.
Namun di tengah semua itu, Daud tetap berkata:
“Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja.”
— Mazmur 145 : 1 (TB)
Inilah iman yang dewasa: tetap memuji Tuhan bukan hanya karena berkat-Nya…
tetapi karena mengenal pribadi-Nya.
TUHAN TETAP BAIK, SEKALIPUN KEADAAN TIDAK SELALU BAIK
Sering kali manusia menilai kasih Tuhan berdasarkan situasi hidup.
Saat doa dijawab, Tuhan dianggap baik.
Saat jalan hidup terasa berat, manusia mulai bertanya: “Di mana Tuhan?”
Padahal kasih Tuhan tidak berubah hanya karena keadaan berubah.
📖 Firman Tuhan berkata:
“TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.”
— Mazmur 145 : 8 (TB)
Teologi yang benar mengajarkan bahwa: Tuhan tidak pernah berhenti menjadi baik, sekalipun manusia sedang berada dalam musim kehidupan yang sulit.
Kadang Tuhan mengizinkan proses:
- bukan untuk menghancurkan,
- tetapi untuk membentuk,
- menguatkan,
- dan mendewasakan iman kita.
Pribahasa Jawa berkata:
“Urip iku mung mampir ngombe.”
Hidup di dunia hanyalah sementara.
Artinya jangan menjadikan kenyamanan dunia sebagai pusat hidup.
Karena hidup manusia berada dalam tangan Tuhan.
ORANG YANG MENGENAL TUHAN AKAN BELAJAR BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL
Dunia mengajarkan manusia untuk bersyukur hanya ketika berhasil.
Tetapi firman Tuhan mengajarkan: bersyukur bukan karena keadaan selalu mudah, melainkan karena Tuhan tetap setia.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
— Surat 1 Tesalonika 5 : 18 (TB)
Bersyukur bukan berarti menolak kenyataan hidup yang sulit.
Bersyukur adalah percaya bahwa Tuhan tetap bekerja bahkan di tengah keadaan yang belum kita mengerti.
Pepatah Sunda berkata:
“Hirup mah ulah kukulutus ku kaayaan.”
Jangan mudah dikalahkan oleh keadaan hidup.
Karena orang yang hidup bersama Tuhan tidak berjalan berdasarkan situasi…
tetapi berdasarkan iman.
TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN UMAT-NYA
Ada orang yang hari ini tersenyum di luar…
tetapi sebenarnya sedang lelah di dalam.
Ada yang tetap bekerja seperti biasa…
tetapi diam-diam sedang memikul beban berat.
Ada yang terus terlihat kuat…
padahal hatinya sedang penuh pergumulan.
Namun satu hal yang harus diingat:
Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya.
📖 Firman Tuhan berkata:
“TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.”
— Mazmur 145 : 14 (TB)
Artinya: Tuhan melihat air mata yang tidak dilihat manusia.
Tuhan mendengar doa yang mungkin sudah lama kita naikkan.
Pepatah China berkata:
“Badai sebesar apa pun tidak berlangsung selamanya.”
Kesulitan hidup mungkin datang sementara…
tetapi kasih setia Tuhan tetap untuk selama-lamanya.
JANGAN HANYA MENCARI BERKAT TUHAN, CARILAH TUHAN SENDIRI
Banyak orang datang kepada Tuhan hanya karena membutuhkan mujizat.
Namun ketika hidup mulai nyaman, doa mulai berkurang dan hati mulai jauh dari Tuhan.
Padahal hubungan dengan Tuhan bukan hanya tentang meminta pertolongan…
tetapi tentang hidup yang melekat kepada-Nya setiap hari.
📖 Firman Tuhan berkata:
“TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.”
— Mazmur 145 : 18 (TB)
Teologi yang benar tidak menjadikan Tuhan sekadar jalan keluar masalah.
Tuhan adalah pusat kehidupan orang percaya.
Pribahasa Jawa berkata:
“Kacang aja lali marang kulité.”
Jangan melupakan asal usul.
Jangan sampai saat diberkati kita justru melupakan Tuhan yang memberi berkat itu.
RENUNGAN PENUTUP
Hari ini mungkin tidak semua doa langsung dijawab.
Tidak semua persoalan langsung selesai.
Tidak semua jalan hidup terasa mudah.
Namun selama Tuhan masih memegang hidup kita, selalu ada harapan.
Karena kekuatan orang percaya bukan terletak pada hebatnya diri sendiri…
melainkan pada Tuhan yang menopang hidupnya.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.”
— Mazmur 145 : 21 (TB)
Kiranya dalam segala musim kehidupan:
- kita tetap setia,
- tetap bersyukur,
- tetap percaya,
- dan tetap memuliakan Tuhan.
Karena Tuhan yang setia kemarin…
tetap setia hari ini…
dan akan tetap setia sampai selama-lamanya.
Tuhan memberkati.
Ev. Kefas Hervin Devananda, SH., S.Th., M.Pd.K
(Romo Kefas)


