Indonesia Menyembah di Monas, Doa Bersama untuk Bangsa Menggema dari Jantung Ibu Kota
Jakarta – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari tekanan ekonomi, dinamika sosial, hingga kebutuhan akan persatuan nasional, ratusan umat Kristiani dari berbagai komunitas hadir dalam kegiatan doa dan penyembahan bertajuk Indonesia Menyembah di kawasan Kolam Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) tersebut menjadi momentum spiritual untuk membawa Indonesia dalam doa. Dengan diiringi pujian, penyembahan, dan tiupan sofar, peserta bersama-sama memohon campur tangan Tuhan bagi masa depan bangsa.
Ketua Umum Pewarna, Yusuf Mujiono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi Indonesia yang saat ini membutuhkan dukungan moral dan spiritual dari seluruh elemen masyarakat.
“Sebagai warga negara, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga bangsa. Salah satu cara yang kami lakukan adalah melalui doa, memohon agar Indonesia tetap berada dalam penyertaan Tuhan dan para pemimpin diberikan hikmat dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Menurut Yusuf, Monas dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai simbolis sebagai pusat sejarah perjuangan dan kawasan yang berdekatan dengan pusat pemerintahan nasional.
Dalam kesempatan itu, Pendeta Antonius Natan menyampaikan refleksi firman yang menyoroti pentingnya menjaga iman, integritas, dan pengharapan di tengah situasi yang tidak selalu mudah.
Ia mengingatkan bahwa tantangan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan kepercayaan kepada Tuhan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat iman dan solidaritas sosial.
Selain persoalan ekonomi, Antonius juga menyoroti berbagai tantangan moral yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis untuk menghadirkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kasih dalam kehidupan berbangsa.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak teladan. Ketika masyarakat menghadapi berbagai tekanan, umat Tuhan dipanggil untuk menjadi pembawa damai, menghadirkan harapan, dan tetap hidup dalam kebenaran,” katanya.
Rangkaian doa yang dipanjatkan mencakup berbagai aspek kehidupan nasional, mulai dari pemerintahan, stabilitas keamanan, pemulihan ekonomi, pendidikan, generasi muda, hingga kesatuan gereja di Indonesia.
Para peserta juga secara khusus mendoakan agar para pemimpin bangsa diberikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan rakyat serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Sejumlah tokoh dan pengurus Pewarna turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rumondang Sitompul, Albert Muntu, Agustinus Rahardjo, Denny Zakirsyah, Sugiyanto, Grollus Daniel, Donny Leonardo, serta Elly Wati Simatupang yang memimpin sesi pujian dan penyembahan.
Menjelang berakhirnya acara, seluruh peserta berdiri bersama mendeklarasikan komitmen untuk terus mendoakan Indonesia. Suasana haru dan penuh pengharapan menyelimuti kawasan Monas ketika doa-doa pemulihan dipanjatkan bagi bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan zaman.
Melalui kegiatan Indonesia Menyembah, Pewarna berharap semangat persatuan, kasih, dan kepedulian terhadap bangsa terus bertumbuh di tengah masyarakat, sehingga Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik, damai, dan sejahtera.
Jurnalis: Romo Kefas


