Malam Pengutusan Jadi Momentum Penguatan Mental dan Spiritualitas Kontingen Pesparawi Bali
Denpasar, Bali – Menjelang keberangkatan ke ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, Kontingen Pesparawi Provinsi Bali menggelar Malam Doa Pengutusan yang berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan di GPIB Ekklesia, Tuban. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memantapkan kesiapan para peserta yang akan mewakili Bali pada perhelatan paduan suara gerejawi tingkat nasional tersebut.
Acara yang dihadiri unsur pemerintah, tokoh gereja, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), serta ratusan jemaat ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan rohani dan penguatan semangat kebersamaan bagi seluruh anggota kontingen.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang diisi pujian dan penyembahan. Suasana semakin semarak saat para peserta dari berbagai kategori menampilkan kemampuan terbaik mereka. Penampilan tersebut sekaligus menjadi ajang evaluasi terakhir sebelum berlaga di tingkat nasional.
Mewakili Pemerintah Provinsi Bali, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi seluruh peserta, pelatih, dan pengurus yang telah mempersiapkan kontingen secara maksimal.
Menurutnya, Pesparawi bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga sarana membangun karakter, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui seni dan pelayanan. Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga semangat persatuan serta menampilkan kemampuan terbaik saat tampil di Manokwari.
Sementara itu, Pembimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Bali, Eva Florida Simanjuntak, M.Sn., menegaskan bahwa Pesparawi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi media untuk mempererat hubungan antarumat Kristiani dari berbagai daerah sekaligus menjadi sarana kesaksian iman melalui pujian dan nyanyian rohani.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas musikal dan kedewasaan spiritual. Menurutnya, keberhasilan kontingen tidak hanya diukur dari capaian prestasi, tetapi juga dari kemampuan membawa nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebudayaan daerah dalam setiap penampilan.
Prosesi pengutusan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen kepada jajaran pimpinan LPPD Provinsi Bali sebagai simbol kepercayaan dan tanggung jawab untuk membawa nama daerah di ajang nasional. Momen tersebut disambut antusias oleh para peserta yang akan bertanding dalam berbagai kategori lomba.
Pesparawi Nasional XIV dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat. Kontingen Bali optimistis dapat memberikan penampilan terbaik berkat persiapan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir.
Dengan dukungan pemerintah, gereja, dan masyarakat, para peserta diharapkan mampu tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta menjadi duta yang membawa citra positif Provinsi Bali di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
(Redaksi)


