PusakaIlahi.com
Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Selasa, 24 Maret 2026
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,”
(Markus 16:17 TB)
Kuasa adalah kekuatan untuk bertindak atas nama Allah. Kristus Yesus memberikan kuasa kepada orang percaya bukan tanpa alasan dan tujuan. Kuasa yang diterima bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan Allah.
Kuasa ini tidak bersifat permanen dalam arti menjadi milik yang melekat selamanya. Kuasa dari Allah bukan untuk dipamerkan atau didemonstrasikan tanpa tujuan, dan bukan pula untuk menjadi ajang kesombongan. Kuasa tersebut diberikan hanya untuk menjalankan agenda Allah.
Seseorang yang menerima kuasa bisa saja kehilangan kuasa itu. Hal ini dapat terjadi ketika agenda Allah tidak lagi menjadi prioritas dalam hidupnya. Bisa karena waktunya telah selesai, atau karena hidup yang tidak lagi berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Semua anugerah dari Allah akan bernilai jika Allah tetap menjadi yang utama. Namun ketika nama Tuhan tidak lagi diutamakan, maka segala sesuatu menjadi sia-sia.
Kisah Saul menjadi contoh yang jelas. Ia diangkat Tuhan menjadi raja atas Israel dan diberikan kuasa untuk bertindak mewakili Allah bagi bangsa tersebut. Namun ketika Saul mulai berjalan menurut kehendaknya sendiri, Tuhan mengambil kembali kuasa itu darinya. Akhir hidup Saul berakhir tragis—ia kehilangan kehormatan, jabatan, dan tidak lagi diperkenan oleh Tuhan maupun dihargai oleh bangsa Israel.
Kuasa dari Tuhan adalah sesuatu yang dahsyat, besar, dan berdampak luas. Namun semuanya itu hanya bernilai ketika digunakan untuk kepentingan Allah dan untuk menyatakan nama-Nya.
Kiranya setiap orang percaya menggunakan kuasa yang diberikan Tuhan dengan benar, hidup dalam ketaatan, dan tetap menjadikan Allah sebagai pusat dari segala sesuatu.
Soli Deo Gloria.


