JANGAN PERNAH MENYALAHKAN ORANG LAIN
Dalam kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami kekecewaan, kegagalan, bahkan pengkhianatan. Pada saat-saat seperti itu, menyalahkan orang lain sering kali menjadi jalan yang paling mudah. Namun, menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan membawa kita kepada pemulihan.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan responsnya terhadap setiap keadaan. Kita mungkin tidak selalu dapat mengendalikan apa yang dilakukan orang lain kepada kita, tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita akan meresponsnya. Orang yang terus menyalahkan orang lain akan terjebak dalam kepahitan, sedangkan orang yang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan akan menemukan damai sejahtera.
Ketika kesedihan datang, jangan menyerah pada keadaan. Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya berjalan sendirian dalam lembah air mata. Setiap luka memiliki pelajaran, setiap kegagalan memiliki makna, dan setiap air mata yang jatuh tidak pernah luput dari perhatian-Nya. Apa yang hari ini terasa berat bisa menjadi kesaksian kemenangan di kemudian hari.
Ada kalanya kita kehilangan kepercayaan kepada seseorang. Bukan karena kita membenci mereka, tetapi karena kenyataan yang ada membuat hati kita terluka. Dalam situasi seperti itu, Tuhan tidak meminta kita memelihara kebencian. Sebaliknya, Dia mengajar kita untuk mengampuni, belajar dari pengalaman, dan melanjutkan perjalanan hidup dengan hikmat yang lebih besar.
Sahabat sejati adalah mereka yang tetap hadir ketika dunia hanya melihat senyum di wajah kita. Mereka memahami air mata yang tidak terlihat dan bersedia berjalan bersama dalam masa-masa sulit. Karena itu, jangan hanya mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Jadilah saluran berkat bagi mereka yang sedang terluka, lemah, dan membutuhkan penguatan.
Pemazmur berkata:
“Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya.” (Mazmur 41:2-3)
Jangan berfokus pada apa yang belum dimiliki. Syukurilah apa yang telah Tuhan percayakan. Jangan terus menyesali masa lalu, sebab penyesalan yang berkepanjangan hanya akan menghalangi kita melangkah menuju masa depan yang telah Tuhan sediakan.
Sering kali kepedihan adalah jembatan menuju kedewasaan. Kesulitan adalah sekolah kehidupan yang membentuk karakter. Dan air mata adalah bagian dari proses yang mempersiapkan kita untuk menerima sukacita yang lebih besar.
Karena itu, bangkitlah. Tersenyumlah. Percayalah bahwa Tuhan tetap bekerja bahkan ketika kita belum melihat jalan keluarnya. Kebahagiaan sejati bukan berasal dari keadaan yang sempurna, melainkan dari hati yang percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan.
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9)
Selamat beraktivitas dalam penyertaan Tuhan. Tetaplah tinggal di dalam Kristus, menjaga kesehatan, memelihara semangat, dan berjalan dalam iman. Kiranya Tuhan Yesus melimpahkan kasih karunia-Nya sehingga terobosan ilahi, jalan keluar ilahi, penyelesaian ilahi, dan pelipatgandaan berkat-Nya nyata dalam setiap aspek kehidupan kita.
Amin.
Abah Daniel


