SAAT BERKAT MEMBUAT MANUSIA MULAI MELUPAKAN TUHAN
📖 Firman Tuhan
“Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.”
— Ulangan 8 : 11 (TB)
Tidak semua orang meninggalkan Tuhan saat menderita.
Sebagian justru mulai menjauh ketika hidupnya diberkati.
Saat hidup sulit, manusia mudah berlutut.
Saat air mata jatuh, doa menjadi sungguh-sungguh.
Saat jalan terasa buntu, nama Tuhan dipanggil siang dan malam.
Namun ketika:
- usaha mulai berhasil,
- keuangan mulai stabil,
- rumah tangga terlihat tenang,
- jabatan mulai naik,
- dan hidup terasa nyaman,
perlahan hati mulai berubah.
Doa mulai singkat.
Ibadah mulai dianggap biasa.
Ketergantungan kepada Tuhan mulai digantikan oleh rasa percaya diri yang berlebihan.
Inilah bahaya terbesar dari keberhasilan: bukan kemiskinan yang paling sering menjauhkan manusia dari Tuhan…
tetapi kenyamanan.
BERKAT BISA MENJADI UJIAN ROHANI
Banyak orang berpikir ujian hanya datang lewat penderitaan.
Padahal Alkitab menunjukkan bahwa kelimpahan juga bisa menjadi ujian iman.
Dalam Ulangan 8, Tuhan mengingatkan bangsa Israel agar jangan melupakan Dia setelah mereka memasuki Tanah Perjanjian — tanah yang penuh susu dan madu, tanah kelimpahan dan keberhasilan.
Mengapa Tuhan mengingatkan hal itu?
Karena Tuhan tahu hati manusia mudah berubah ketika tidak lagi merasa membutuhkan pertolongan.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan.”
— Ulangan 8 : 18 (TB)
Teologi yang benar mengajarkan: semua keberhasilan berasal dari anugerah Tuhan.
Bukan semata-mata karena:
- kepintaran,
- kekuatan,
- relasi,
- atau usaha manusia.
Sebab tanpa nafas dari Tuhan, manusia tidak mampu melakukan apa-apa.
Pribahasa Jawa berkata:
“Kacang aja lali marang kulité.”
Jangan melupakan asal usul.
Jangan sampai saat doa dijawab…
kita justru melupakan Tuhan yang menjawab doa itu.
KETIKA MANUSIA MULAI MERASA TIDAK MEMBUTUHKAN TUHAN
Dosa terbesar sering kali bukan membenci Tuhan…
tetapi merasa bisa hidup tanpa Tuhan.
Saat hati mulai berkata:
- “Aku mampu sendiri,”
- “Aku berhasil karena kekuatanku,”
- “Aku tidak perlu lagi bergantung kepada Tuhan,”
di situlah manusia mulai jatuh dalam kesombongan rohani.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
— Amsal 16 : 18 (TB)
Kesombongan membuat manusia lupa bahwa:
- kesehatan bisa hilang,
- jabatan bisa jatuh,
- harta bisa habis,
- dan hidup bisa berubah kapan saja.
Pepatah Sunda berkata:
“Ulah adigung adiguna.”
Jangan merasa paling hebat dan paling kuat.
Karena manusia yang terlalu meninggikan diri sering kali lupa bahwa hidupnya sendiri bergantung pada kemurahan Tuhan.
TUHAN TIDAK HANYA INGIN MEMBERKATI, TETAPI JUGA MEMBENTUK HATI
Tuhan tidak melarang umat-Nya berhasil.
Tuhan justru rindu memberkati anak-anak-Nya.
Namun Tuhan ingin agar berkat membawa manusia semakin rendah hati, bukan semakin jauh dari-Nya.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Sebab dari-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.”
— 1 Tawarikh 29 : 14 (TB)
Daud memahami satu hal: segala sesuatu berasal dari Tuhan.
Itulah sebabnya orang yang mengenal Tuhan tidak akan mudah sombong saat berhasil.
Pribahasa Jawa berkata:
“Urip iku mung mampir ngombe.”
Hidup di dunia ini hanya sementara.
Harta tidak kekal.
Popularitas tidak abadi.
Jabatan suatu hari akan berakhir.
Tetapi hidup yang setia kepada Tuhan memiliki nilai kekal.
Pepatah China berkata:
“Ketika minum air, ingatlah sumber mata airnya.”
Artinya: jangan menikmati berkat sambil melupakan sumber berkat itu sendiri.
JANGAN HANYA MENCARI TANGAN TUHAN, CARILAH HATI TUHAN
Banyak orang datang kepada Tuhan hanya saat membutuhkan mujizat.
Namun setelah diberkati, mereka mulai sibuk dengan dunia dan kehilangan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Padahal kasih kepada Tuhan tidak boleh bergantung pada keadaan.
Saat miskin tetap setia.
Saat kaya tetap rendah hati.
Saat susah tetap percaya.
Saat berhasil tetap bersyukur.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
— Injil Matius 6 : 33 (TB)
Artinya: Tuhan bukan alat untuk mencapai keberhasilan.
Tuhan adalah tujuan utama kehidupan.
Jangan tunggu kehilangan baru mencari Tuhan.
Jangan tunggu hancur baru berlutut.
Jangan tunggu semuanya runtuh baru sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan.
Karena keberhasilan terbesar bukanlah memiliki segalanya…
melainkan tetap setia kepada Tuhan dalam segala keadaan.
📖 Firman Tuhan berkata:
“Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
— Surat 1 Tesalonika 5 : 18 (TB)
Kiranya dalam setiap keberhasilan:
- hati kita tetap rendah,
- iman kita tetap hidup,
- doa kita tetap menyala,
- dan kasih kita kepada Tuhan tidak pernah menjadi dingin.
Karena tanpa Tuhan, semua keberhasilan hanyalah kemewahan yang kosong.
JANGAN PERNAH MELUPAKAN TUHAN. TETAPLAH SETIA DAN BERSYUKUR.
Tuhan memberkati.
Penulis:
Kefas Hervin Devananda, SH., S.Th., M.Pd.K
(Romo Kefas)


