Cikarang – Di tengah derasnya arus digitalisasi, tekanan dunia kerja, dan tingginya tuntutan produktivitas, kesehatan otak mulai menjadi perhatian baru yang dinilai sangat penting bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia. Melihat kondisi tersebut, Gerakan Sehat Otak Indonesia (GESOI) bersama platform neurotech otaQku mengambil langkah strategis dengan menghadirkan seminar kesehatan otak di lingkungan President University, Cikarang, pada pekan kedua Juni 2026 mendatang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting lahirnya gerakan edukasi kesehatan otak yang menyasar langsung generasi muda, akademisi, serta kalangan industri yang hidup di tengah dinamika kerja modern.
Kerja sama tersebut terjalin melalui dukungan President Development Center bersama jajaran akademisi President University. Seminar akan berlangsung di kawasan kampus yang berada tepat di pusat Kawasan Industri Jababeka, salah satu kawasan industri terbesar dan paling berkembang di Indonesia.
Keberadaan kampus di tengah ribuan perusahaan multinasional dinilai menjadi nilai strategis tersendiri. Selain menjangkau mahasiswa dari berbagai negara, seminar ini juga membuka ruang kolaborasi dengan para profesional dan pekerja industri yang selama ini menghadapi tekanan produktivitas tinggi setiap harinya.
President University sendiri dikenal sebagai kampus internasional dengan ribuan mahasiswa domestik dan mancanegara. Mahasiswa dari Korea Selatan, Vietnam, Pakistan, Myanmar, Malaysia hingga Tiongkok menjalani pendidikan berbasis internasional dengan penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
Sementara di sekeliling kampus, Kawasan Industri Jababeka menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menampung ribuan perusahaan dari puluhan negara. Ratusan ribu tenaga kerja dan ribuan ekspatriat bekerja di kawasan tersebut setiap hari, menjadikan isu kesehatan mental, fokus kerja, dan ketahanan otak sebagai tantangan nyata di era industri modern.
Melalui seminar ini, GESOI dan otaQku ingin memperkenalkan pentingnya menjaga performa otak sejak usia produktif. Tidak hanya berbicara soal kecerdasan, seminar juga akan membahas bagaimana otak memengaruhi kualitas pengambilan keputusan, kestabilan emosi, kreativitas, hingga daya tahan seseorang menghadapi tekanan hidup.
Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh di bidang neurotech dan pengembangan kemampuan otak, di antaranya Dr. Heru Wiryanto dan Andrew Tani, Sr., penulis buku Brain Quotient | Pahami Kemampuan Otak Anda. Hadir pula Dr. Adre Mayza, dokter spesialis Neuro Restoration Engineering yang akan membahas perkembangan teknologi pemulihan dan optimalisasi fungsi otak.
Para peserta nantinya akan diperkenalkan pada pendekatan modern mengenai brain profile berbasis qEEG atau quantitative electro encephalography, sebuah teknologi pemindaian aktivitas otak yang kini mulai berkembang dalam dunia kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurut penyelenggara, edukasi kesehatan otak tidak lagi bisa dianggap sebagai isu eksklusif dunia medis semata. Di era persaingan global saat ini, kemampuan menjaga fokus, stabilitas mental, dan energi kerja menjadi bagian penting dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
GESOI sendiri merupakan lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang sosialisasi, edukasi, advokasi, dan riset kesehatan otak masyarakat Indonesia. Sedangkan otaQku hadir sebagai platform neurotech yang fokus pada pengembangan profil kemampuan otak berbasis teknologi qEEG.
Melalui seminar ini, keduanya berharap lahir kesadaran baru bahwa investasi terbesar masa depan bangsa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas otak dan mental manusia Indonesia.
Sumber: Yusuf Mujiono
Jurnalis: Vicken Highlender
Editor: Romo Kefas


