PusakaIlahi.com – Ada satu ironi yang sering tidak kita sadari:
kita hidup di zaman yang mengagungkan yang terlihat, sementara Tuhan bekerja melalui yang tersembunyi.
Kita berpikir dampak besar lahir dari orang besar.
Tuhan justru menunjukkan—dampak besar lahir dari hati yang benar.
Hakim-hakim 10 tidak memberi kita kisah heroik. Tidak ada adegan dramatis. Tidak ada konflik yang memuncak. Hanya dua nama: Tola dan Yair.
Sepintas… biasa saja.
Namun justru di situlah letak pesannya.
Israel baru saja keluar dari kekacauan akibat Abimelekh. Logikanya, bangsa itu butuh pemimpin “besar” untuk memulihkan keadaan.
Tetapi Tuhan tidak mengirim sosok sensasional.
Ia menghadirkan pemimpin yang… benar.
Dan hasilnya?
Puluhan tahun tanpa ancaman. Tanpa kekacauan. Tanpa krisis besar.
Itu bukan karena tidak terjadi apa-apa.
Itu karena ada seseorang yang hidupnya selaras dengan kehendak Tuhan.
Kadang kita tidak sadar:
damai adalah hasil dari kesetiaan yang tidak terlihat.
Jujur saja—banyak orang ingin dipakai Tuhan, tetapi juga ingin dilihat orang.
Pelayanan menjadi panggung.
Kesetiaan menjadi konten.
Kerohanian menjadi citra.
Padahal Tuhan tidak mencari yang paling mencolok.
Dia mencari yang paling bisa dipercaya.
Tola dan Yair tidak membangun nama.
Mereka membangun kehidupan yang berkenan.
Dan itu cukup bagi Tuhan.
Ada jenis pelayanan yang tidak pernah diposting, tidak pernah dipuji, bahkan tidak pernah disadari.
Tetapi justru itu yang menjaga banyak kehidupan tetap utuh.
Pemimpin yang benar tidak selalu terlihat hebat—
tetapi keberadaannya membuat orang lain tetap hidup dalam damai.
Itulah yang dilakukan Tola dan Yair.
Mereka tidak meninggalkan cerita panjang,
tetapi mereka meninggalkan stabilitas yang jarang dihargai.
Banyak orang mengira berkat Tuhan selalu terlihat dalam hal besar: kemenangan spektakuler, keberhasilan mencolok, atau nama yang dikenal luas.
Padahal dalam kacamata Alkitab:
berkat terbesar adalah ketika hidup berjalan dalam kehendak Tuhan.
Damai.
Stabil.
Terjaga.
Itu bukan “biasa”.
Itu anugerah.
Jika hari ini hidup kita tidak dilihat siapa-siapa…
masihkah kita setia?
Jika tidak ada yang memuji…
masihkah kita melayani?
Jika tidak ada yang tahu…
masihkah kita hidup benar?
Karena di situlah ujian iman yang sesungguhnya.
Tidak semua orang dipanggil untuk menjadi terkenal.
Tetapi semua orang dipanggil untuk menjadi setia.
Tola dan Yair tidak viral.
Namun mereka vital.
Dan mungkin…
itulah jenis kehidupan yang Tuhan sedang cari hari ini.
Hidup yang tidak sibuk terlihat benar,
tetapi sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran.
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K


