SAPAAN GEMBALA
Oleh: Pdt. Andy Markus
“Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.”
Kolose 3:20 (TB)
Shalom…
Kasih Tuhan selalu menyediakan kesempatan bagi setiap anak untuk bertumbuh menjadi pribadi yang berkenan di hadapan-Nya. Di tengah dunia yang terus berubah, banyak anak dan remaja tumbuh dengan ukuran keberhasilan yang ditentukan oleh popularitas, prestasi, atau penerimaan dari lingkungan. Tidak sedikit yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan pujian dari teman, pengakuan di media sosial, atau dianggap hebat oleh dunia. Namun Firman Tuhan mengajarkan sebuah standar yang jauh lebih tinggi. Tujuan utama kehidupan orang percaya bukanlah menyenangkan manusia, melainkan menyenangkan hati Tuhan.
Rasul Paulus menegaskan bahwa menaati orang tua merupakan sesuatu yang “indah di dalam Tuhan.” Kata “indah” bukan sekadar berarti baik secara moral, tetapi menunjuk kepada sesuatu yang berkenan, menyenangkan, dan selaras dengan kehendak Allah. Dengan demikian, setiap tindakan hormat dan ketaatan kepada orang tua bukan hanya menunjukkan karakter yang baik, tetapi juga menjadi wujud nyata ketaatan kepada Tuhan sendiri.
Ketaatan kepada orang tua merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan setiap anak. Melalui keluarga, Tuhan mengajarkan disiplin, kasih, tanggung jawab, dan kerendahan hati. Karena itu, anak yang belajar menghormati orang tuanya sedang dipersiapkan menjadi pribadi yang mampu menghormati Tuhan dan menghargai sesama.
Hati yang Menyenangkan Tuhan
Tuhan tidak pernah menuntut kesempurnaan dari seorang anak. Sebaliknya, Dia mencari hati yang mau dibentuk. Hati yang menyenangkan Tuhan memiliki beberapa ciri yang nyata.
- Mudah diajar, karena menyadari bahwa dirinya masih perlu bertumbuh.
- Rendah hati, sehingga tidak mudah tersinggung ketika menerima nasihat.
- Tidak memberontak, melainkan memilih hidup dalam ketaatan kepada otoritas yang Tuhan tetapkan.
- Cepat meminta maaf ketika berbuat salah, sebab kerendahan hati adalah tanda kedewasaan rohani.
- Mau belajar dari setiap koreksi, karena Tuhan sering membentuk karakter melalui teguran yang membangun.
Allah tidak mencari anak yang sempurna. Dia mencari anak yang memiliki hati yang lembut, rela dibentuk, dan bersedia mengikuti kehendak-Nya. Dari hati seperti inilah lahir karakter Kristus yang akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Hati yang Menerima Janji Tuhan
Firman Tuhan dalam Efesus 6:2-3 mengingatkan bahwa menghormati ayah dan ibu adalah satu-satunya perintah dalam Sepuluh Perintah Allah yang disertai janji. Hal ini menunjukkan betapa berharganya sikap hormat kepada orang tua di mata Tuhan.
Janji Tuhan bukan sekadar tentang umur panjang, tetapi tentang kehidupan yang dipenuhi damai sejahtera, hikmat, penyertaan Allah, dan kesempatan untuk menjadi saluran berkat bagi sesama.
Memang, taat tidak selalu mudah. Ada kalanya keinginan pribadi bertentangan dengan nasihat orang tua. Namun setiap langkah ketaatan akan selalu menghasilkan buah yang indah pada waktunya. Tuhan tidak pernah lalai menggenapi janji-Nya bagi mereka yang hidup dalam kebenaran.
Penutup
Anak-anak yang memiliki hati yang menyenangkan Tuhan adalah anak-anak yang akan dipakai menjadi terang di tengah dunia. Mereka bukan hanya bertumbuh menjadi pribadi yang berhasil, tetapi juga menjadi saksi kasih Kristus melalui karakter dan kehidupannya.
Kiranya setiap anak Tuhan memiliki kerinduan untuk hidup dalam ketaatan, menghormati orang tua, serta membuka hati untuk terus dibentuk oleh Tuhan. Sebab ketika hati kita berkenan kepada-Nya, hidup kita akan dipenuhi damai sejahtera, penyertaan, dan berkat yang menjadi kesaksian bagi banyak orang.
“Ketaatan kepada orang tua bukan hanya mencerminkan kasih kepada keluarga, tetapi juga menjadi bukti nyata kasih dan penghormatan kita kepada Tuhan. Hati yang menyenangkan Tuhan akan selalu dipimpin menuju masa depan yang penuh pengharapan.”
Tuhan Yesus memberkati.


