PusakaIlahi.com – Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Selasa, 21 April 2026
“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: ‘Hai saudara, dosamu sudah diampuni.’”
(Lukas 5:20 TB)
Pengampunan tidak dimulai hanya di atas kayu salib.
Penderitaan dan sengsara Yesus telah dimulai sejak Ia menjadi manusia.
Dari kodrat Allah menjadi manusia, itu adalah bentuk kerendahan hati Yesus untuk menebus dosa manusia. Tanpa Yesus sebagai korban penghapus dosa, tidak akan ada penebusan.
Yesus dinyatakan sebagai Anak Domba Allah.

Makna Anak Domba dalam Tradisi Israel
Dalam tradisi Israel, domba dipilih sebagai korban penghapus dosa.
- Domba dipersembahkan kepada Allah sebagai korban bakaran
- Imam akan menyembelih dan mempersembahkannya
- Orang berdosa menumpangkan tangan kepada domba
Tindakan ini melambangkan bahwa:
- dosa manusia dipindahkan kepada domba
- domba menjadi pengganti hukuman dosa
- melalui pengorbanan itu, manusia menerima pengampunan
Penggenapan di dalam Kristus
Semua simbol itu digenapi di dalam Yesus.
Yesus bukan sekadar korban,
tetapi korban yang sempurna.
Ia:
- menanggung dosa manusia
- menjadi pengganti hukuman
- membuka jalan pengampunan yang kekal
Tahapan Keselamatan
Alkitab menjelaskan tiga tahap keselamatan:
- Justification (Pembenaran)
→ dimulai dari pengampunan dosa - Sanctification (Pengudusan)
→ proses hidup yang diubahkan - Glorification (Pemuliaan)
→ kesempurnaan dalam kekekalan
Semua dimulai dari satu hal: pengampunan.
Makna Pengampunan
Pengampunan adalah anugerah dari Allah Bapa.
Namun:
- pengampunan bukan hanya untuk diterima
- tetapi untuk membawa manusia kembali kepada rencana Allah
Allah tidak hanya ingin manusia diampuni,
tetapi dipulihkan dan hidup sesuai kehendak-Nya.
Pengampunan bukan akhir,
melainkan awal dari kehidupan yang baru.
Yesus sebagai Anak Domba Allah
telah membuka jalan bagi manusia
untuk kembali kepada Allah dan hidup dalam anugerah-Nya.
Soli Deo Gloria.
