Tahu Jalan ke Surga, Tapi Tidak Pernah Berangkat
Matius 7:22
Pada hari terakhir, banyak orang akan datang kepada Tuhan dengan penuh keyakinan. Mereka berkata bahwa mereka telah bernubuat, mengusir setan, bahkan melakukan mujizat dalam nama-Nya. Namun kenyataannya mengejutkan—tidak semua yang berseru “Tuhan” benar-benar dikenal oleh-Nya.
Di sinilah letak ironi kehidupan iman.
Seseorang bisa tahu arah… tetapi tidak pernah berjalan ke sana.
Bayangkan seorang penunjuk jalan. Ia berdiri di pinggir, dengan penuh percaya diri memberi arah. Ia hafal setiap rute, tahu setiap belokan, bahkan mampu menjelaskan dengan sangat meyakinkan. Banyak orang yang mendengarkan akhirnya sampai di tujuan.
Namun satu hal yang ironis—
ia sendiri tidak pernah berangkat.
Ia tahu… tetapi tidak berjalan.
Tanpa disadari, banyak orang percaya hidup dalam pola yang sama.
Kita tahu firman.
Kita tahu kebenaran.
Kita tahu mana yang benar dan salah.
Tetapi pertanyaannya:
apakah kita sendiri berjalan?
Kita bisa menyuruh orang lain berdoa, tetapi kita sendiri jarang berdoa.
Kita bisa mengajak orang beribadah, tetapi hati kita jauh dari Tuhan.
Kita bisa berbicara tentang kebenaran, tetapi hidup kita tidak mencerminkannya.
Kita tahu jalan ke surga…
tetapi tidak pernah benar-benar melangkah.
Masalahnya bukan pada pengetahuan, tetapi pada ketaatan.
Hari ini adalah kesempatan—bukan sekadar tahu, tetapi mulai berjalan.
Jangan hanya tahu jalan ke surga… mulailah berangkat.
Amen.
Penulis: (rt / rgy)


