PusakaIlahi.com Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Rabu, 15 April 2026
“Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.’”
(Matius 17:5 TB)
Makna Perkataan Allah: “Kepada-Nyalah Aku Berkenan”
1. Allah Menyatakan Bentuk Kasih-Nya
Hubungan antara Bapa dan Anak adalah hubungan kasih yang sempurna.
Yesus sebagai Anak menyatakan kasih itu secara nyata kepada manusia yang berdosa.
Sebagaimana Bapa mengasihi Anak, demikian pula:
- Anak menyatakan kasih kepada manusia
- Orang percaya dipanggil untuk menjadi serupa dengan Kristus
2. Identitas Yesus sebagai Allah
Deklarasi Allah Bapa menegaskan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Ini bukan sekadar pengakuan, tetapi penegasan bahwa:
- Yesus berasal dari Allah
- Yesus memiliki otoritas ilahi
- Yesus datang untuk melakukan kehendak Bapa
3. Yesus Berkenan karena Ketaatan-Nya kepada Bapa
Kata “berkenan” berasal dari bahasa Yunani εὐδοκέω (eudokeo), yang berarti:
- sangat berkenan / sangat menyenangkan (well pleased)
- memiliki reputasi yang baik (be of good reputation)
Ini menunjukkan bahwa:
- Yesus hidup dalam ketaatan penuh kepada Bapa
- Kehidupan-Nya berkenan dan menyenangkan hati Allah
- Ketaatan-Nya bukan dimulai di dunia, tetapi telah ada sejak kekekalan
Allah mengenal sepenuhnya pribadi Anak-Nya, dan menyatakan bahwa Dia layak dan berkenan.
4. Perintah Allah: “Dengarkanlah Dia”
Perkataan ini adalah perintah langsung bagi dunia:
- Mendengar → memperhatikan
- Mengikuti → menaati
- Percaya → menerima
“Dengarkanlah Dia” berarti: Yesus adalah satu-satunya sumber kebenaran yang harus diikuti.
Dan “kepada-Nyalah Aku berkenan” juga menjadi standar: bahwa manusia yang hidup serupa dengan Kristus adalah manusia yang berkenan di hadapan Allah.
5. Tujuan Kekristenan (God’s Affirmation)
God’s Affirmation menyatakan bahwa:
- Yesus telah naik ke sorga dan bersemayam bersama Bapa
- Roh Kudus diutus untuk tinggal di dalam orang percaya
Yesus tidak lagi hadir secara fisik di dunia,
tetapi tetap nyata melalui hidup orang percaya yang serupa dengan Kristus.
Iman Kristen bukan hanya percaya kepada Kristus,
tetapi hidup dalam keserupaan dengan Dia.
Karena melalui kehidupan orang percaya,
dunia melihat kembali Kristus yang hidup.
Soli Deo Gloria.


