Lawang Jadi Saksi: 281 Lansia GPIB Tunjukkan Iman yang Tetap Bertumbuh di Usia Senja
Lawang, Malang — Sabtu (28/3/2026) di GPIB Pelangi Kasih Lawang bukan sekadar agenda ibadah biasa. Di tempat itu, 281 lansia dari 22 jemaat GPIB Regio II Mupel Jawa Timur berkumpul dan menghadirkan satu pesan kuat: iman tidak berhenti bertumbuh, bahkan ketika usia terus bertambah.
Pertemuan ini menjadi ruang di mana perjalanan panjang hidup bertemu dengan pengharapan yang terus diperbarui. Para peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, hingga Jember membawa satu kesamaan—kerinduan untuk tetap terhubung dalam persekutuan.
Tidak ada kesan lelah yang mendominasi. Justru yang terlihat adalah semangat yang stabil, tenang, namun kuat. Mereka hadir dengan kesadaran bahwa hidup bukan lagi soal mengejar, melainkan memahami dan menjalani dengan penuh makna.
Ibadah berlangsung dalam suasana yang tertata dan penuh penghayatan. Firman Tuhan dari Yesaya 41:17–20 menjadi dasar refleksi, mengingatkan bahwa dalam setiap fase kehidupan, Tuhan tetap setia menyertai umat-Nya.
Pesan tersebut terasa relevan dan membumi. Bagi para lansia, firman itu bukan hanya menjadi penguatan, tetapi juga menjadi konfirmasi atas pengalaman hidup yang telah mereka lalui selama ini.
Doa syafaat menjadi momen yang memperdalam suasana ibadah. Dalam keheningan, tampak bagaimana setiap pribadi membawa perjalanan hidupnya—baik sukacita maupun pergumulan—ke dalam hadirat Tuhan.
Salah satu penekanan yang muncul dalam persekutuan ini adalah bahwa usia lanjut adalah masa pertumbuhan yang berbeda. Bukan lagi pertumbuhan secara fisik, tetapi pertumbuhan dalam hikmat, kedewasaan, dan pemahaman iman.
Interaksi antara pemimpin dan jemaat menjadi simbol semangat yang tetap hidup:
“Sampai masa tua Aku memberitakan kuasa-Mu!”
Pemimpin: Sampai tua…!
Jemaat: Tetap bersaksi!
Pemimpin: Sampai putih rambut…!
Jemaat: Tetap melayani!
Seruan tersebut menjadi pernyataan kolektif bahwa panggilan iman tidak pernah berakhir.
Pujian yang dinaikkan dalam ibadah ini menghadirkan nuansa yang mendalam. Tidak berfokus pada kesempurnaan, tetapi pada ketulusan. Setiap lagu menjadi ungkapan iman yang lahir dari perjalanan panjang bersama Tuhan.
Pertemuan ini juga memperlihatkan bahwa gereja memiliki peran penting dalam menjaga keterhubungan antar generasi. Para lansia bukan hanya penerima pelayanan, tetapi juga sumber inspirasi dan teladan iman.
Dari Lawang, tersampaikan sebuah pesan yang sederhana namun bermakna: bahwa hidup yang terus bertumbuh adalah hidup yang tetap terbuka untuk belajar, bersyukur, dan setia—hingga akhir perjalanan.
(Inthe_R)
Editor Tim Redaksi


