Pusakailahi.com
Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Senin, 23 Maret 2026
“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”
(Lukas 10:19 TB)
Christ’s Authority (Spiritual Warfare)
Pemahaman awal yang harus diluruskan dari teks ini adalah bahwa otoritas dari Kristus bukan berbicara tentang kekebalan fisik semata, melainkan tentang kemampuan dan hak untuk melayani.
Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami maksud dari perkataan Yesus. Kuasa yang diberikan Kristus bukan sekadar kekuatan lahiriah, tetapi sebuah otoritas rohani yang memiliki tujuan.
Makna Kuasa (ἐξουσία / Exousia)
Kuasa yang diberikan Kristus menggunakan kata Yunani ἐξουσία (exousia), yang berarti hak istimewa, kuasa, dan otoritas untuk bertindak.
Kata ini tidak hanya menunjuk pada kemampuan, tetapi pada hak yang sah untuk melakukan sesuatu. Secara etimologis, exousia berasal dari kata ἔξεστι (exesti) yang berarti diizinkan atau sah, sehingga menunjuk pada hak untuk bertindak, bukan hanya kemampuan secara fisik.
Dengan demikian, kuasa yang diberikan Yesus bukan sekadar power, tetapi sebuah hak atau privilese yang diberikan kepada orang percaya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak Allah.
Kuasa sebagai Hak, Bukan Sekadar Kekuatan
Dari pemahaman ini, jelas bahwa kuasa tidak terutama berbicara tentang kekuatan, melainkan tentang otoritas rohani yang diberikan oleh Kristus.
Kuasa tersebut adalah:
- hak untuk melayani
- hak untuk menjalankan kehendak Tuhan
- hak untuk terlibat dalam pekerjaan Allah
Ini menunjukkan bahwa setiap orang percaya memiliki keistimewaan untuk melakukan perkara-perkara besar di dalam Tuhan.
Tujuan Kuasa dalam Kristus
Kuasa yang diberikan Yesus memiliki tujuan yang jelas, yaitu:
- memberi kekuatan dalam pelayanan
- menambah kapasitas rohani
- meningkatkan kompetensi dalam iman
Semua itu bermuara pada satu tujuan utama, yaitu menyatakan eksistensi Allah di dalam Yesus Kristus.
Kuasa bukan untuk meninggikan diri, tetapi untuk memuliakan Tuhan melalui hidup dan pelayanan.
Kiranya setiap orang percaya memahami otoritas yang diberikan Kristus dengan benar, sehingga tidak hanya hidup dalam kuasa, tetapi juga menggunakan kuasa tersebut untuk tujuan yang benar, yaitu menyatakan kemuliaan Allah.
Soli Deo Gloria.


