Sapaan Gembala – Pdt. Andy Markus
Selasa, 28 April 2026
“Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.”
(2 Korintus 8:7 TB)
Makna “Menjadi Miskin” dalam Kristus
Paulus menggunakan kata Yunani πτωχεία (ptōcheia) dari kata πτωχεύω (ptōcheuō), yang berarti menjadi miskin—bukan miskin sejak awal, tetapi mengalami perubahan status.
Ini menunjukkan bahwa:
- Yesus mengalami penurunan status (dari kemuliaan ke kerendahan)
- Ia rela “turun level” dari kekekalan menuju kefanaan
- Ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi sebuah pengorbanan yang disengaja
Kontras dengan Manusia
Manusia menjadi fana karena dosa—itu adalah konsekuensi.
Namun Yesus:
- tidak berdosa
- tidak bersalah sedikit pun
- tetap memilih merendahkan diri
Secara manusiawi, hal ini mungkin tidak terlihat adil.
Namun dalam perspektif Allah, ini adalah bagian dari rencana keselamatan yang sempurna.
Makna “Kaya” Menurut Paulus
Paulus juga menggunakan kata:
- πλούσιος (plousios) → kaya
- περισσεύω (perisseuō) → berlimpah
Namun kekayaan yang dimaksud bukanlah materi, melainkan:
- Kaya dalam iman
- Kaya dalam perkataan
- Kaya dalam pengetahuan
- Kaya dalam kesungguhan untuk membantu
- Kaya dalam kasih
Tujuan Paulus
Paulus menegaskan bahwa kekayaan sejati adalah: kekayaan rohani yang lahir dari keteladanan Kristus.
Yesus menjadi role model:
- rela merendahkan diri
- memberi tanpa batas
- mengasihi tanpa syarat
Kekayaan sejati bukan tentang apa yang kita miliki,
tetapi tentang siapa yang kita teladani.
Dan di dalam Kristus,
kita dipanggil untuk menjadi kaya dalam kasih.
Soli Deo Gloria.


