Kota Bekasi, 1 Mei 2026 — Peluncuran Bekasi PRIDE Award 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan pemerintah, tetapi diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan.
Di balik pelaksanaan program ini, harapan terbesar justru datang dari masyarakat yang menanti inovasi sederhana namun berdampak langsung, seperti teknologi pengolahan sampah, alat pertanian murah, hingga solusi layanan kesehatan berbasis komunitas.
Program yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bekasi ini kembali membuka ruang bagi berbagai kalangan, mulai dari aparatur pemerintah hingga pelajar, untuk berkontribusi melalui ide dan inovasi.
Masyarakat Butuh Solusi, Bukan Sekadar Program
Sejumlah pihak menilai, keberhasilan ajang inovasi seperti ini tidak ditentukan oleh banyaknya peserta atau meriahnya acara, tetapi dari seberapa jauh hasilnya dirasakan masyarakat.
Kebutuhan di lapangan masih cukup beragam, mulai dari persoalan lingkungan, ekonomi kecil, hingga akses teknologi sederhana yang dapat membantu aktivitas sehari-hari.
Dalam konteks ini, Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) menjadi salah satu kategori yang paling dinantikan, karena berpotensi langsung menyentuh kebutuhan warga.
Peran Posyantek di Tingkat Kelurahan
Penguatan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) menjadi salah satu fokus dalam kegiatan tahun ini. Posyantek diharapkan mampu menjadi jembatan antara inovasi dan masyarakat.
Namun, tantangan masih terlihat di lapangan, di mana tidak semua Posyantek berjalan optimal. Oleh karena itu, bimbingan teknis yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali peran Posyantek sebagai pusat solusi teknologi berbasis komunitas.
Ruang bagi Pelajar dan Mahasiswa
Bekasi PRIDE Award 2026 juga membuka peluang bagi pelajar dan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi.
Keterlibatan generasi muda dinilai penting, mengingat banyak inovasi sederhana justru lahir dari ide-ide segar yang dekat dengan persoalan sehari-hari.
Dengan adanya kategori khusus bagi pelajar dan mahasiswa, diharapkan muncul inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mudah diterapkan.
Harapan Akan Keberlanjutan
Pemerintah Kota Bekasi menargetkan agar inovasi yang lahir dari ajang ini tidak berhenti pada tahap kompetisi.
Ke depan, pembinaan lanjutan menjadi kunci agar inovasi dapat terus dikembangkan, diuji, dan diterapkan secara lebih luas.
Tanpa keberlanjutan, inovasi berpotensi hanya menjadi dokumentasi kegiatan, bukan solusi nyata.
Menanti Dampak Nyata di Lapangan
Bekasi PRIDE Award 2026 kini resmi dimulai. Namun, masyarakat akan menilai keberhasilannya dari hasil akhir, bukan dari proses peluncurannya.
Apakah inovasi yang dihasilkan mampu membantu kehidupan sehari-hari warga?
Ataukah kembali menjadi agenda rutin tanpa dampak yang terasa?
Jawabannya akan terlihat dalam implementasi di lapangan.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi


