Menggali Akar Misi untuk Menjawab Tantangan Zaman: ST Missiologi Yogyakarta Gelar “Missio Historica”
Yogyakarta, 14 April 2026 — Di tengah arus perubahan sosial dan tantangan pelayanan yang semakin kompleks, Sekolah Tinggi Missiologi Yogyakarta mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan perkuliahan Missio Historica pada 13–14 April 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang perenungan kritis bagi para pelayan gereja dalam memahami kembali arah dan makna misi di era kontemporer.
Berbeda dari pendekatan konvensional, perkuliahan ini menempatkan sejarah bukan sebagai catatan masa lalu semata, melainkan sebagai cermin evaluatif untuk membaca realitas pelayanan hari ini. Para peserta diajak melihat bagaimana dinamika misi gereja berkembang, termasuk keberhasilan, tantangan, hingga kekeliruan yang pernah terjadi.
Dua pengajar, Dr. Lukas Ngoguino G dan Dr. Pdt. Yosua Hengki, mengarahkan jalannya diskusi dengan pendekatan dialogis dan reflektif. Materi yang disampaikan mendorong peserta untuk tidak hanya memahami sejarah misi secara tekstual, tetapi juga mengkritisi praktik pelayanan yang sering kali terjebak pada rutinitas tanpa dasar teologis yang kokoh.
Peserta yang hadir terdiri dari berbagai unsur kepemimpinan gereja, mulai dari Ketua Sinode, pendeta, hingga misionaris dari berbagai latar belakang denominasi dan negara. Interaksi lintas pengalaman ini menghadirkan sudut pandang yang beragam, sekaligus memperkaya diskursus tentang bagaimana misi seharusnya dijalankan di tengah masyarakat yang terus berubah.
Salah satu penekanan utama dalam perkuliahan ini adalah pentingnya integrasi antara pemahaman sejarah, fondasi Alkitabiah, dan kepekaan terhadap konteks lokal. Tanpa ketiganya, misi berpotensi kehilangan arah dan relevansi.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Tinggi Missiologi Yogyakarta berharap lahir generasi pemimpin rohani yang tidak hanya bersemangat dalam pelayanan, tetapi juga memiliki kedalaman refleksi, ketajaman analisis, serta keberanian untuk membawa pembaruan dalam praktik misi gereja.
Sumber: Doel Sulaiman
Jurnalis: Romo Kefas


