“Bersatu, Kita Kuat!” — Dari Bogor, GGP Tegaskan Arah Baru di Usia 103 Tahun
Bogor, 29 Maret 2026 — Tidak semua perayaan ulang tahun melahirkan arah baru. Namun di GGP Immanuel Kota Bogor, peringatan 103 tahun Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) justru menjadi panggung penegasan: gereja ini tidak hanya bertahan, tetapi sedang bergerak lebih kuat.
Ratusan jemaat, hamba Tuhan, dan pimpinan gereja dari berbagai daerah memenuhi ruangan ibadah. Suasana bukan hanya meriah, tetapi penuh kesadaran—bahwa momen ini adalah titik penting bagi masa depan GGP.
Pesan yang Mengguncang: Persatuan atau Kehilangan Kekuatan
Di tengah ibadah, Ketua Umum Majelis Pusat GGP, Pdt. Dicky Suwarta, M.Th, menyampaikan Firman Tuhan dari Ratapan 3:22. Namun yang disampaikan bukan sekadar penghiburan, melainkan arah.
“Bersatu, kita kuat.”
Kalimat itu sederhana, tetapi terasa sebagai peringatan sekaligus ajakan. Gereja diingatkan bahwa kekuatan tidak lahir dari jumlah, melainkan dari kesatuan hati dan langkah.
Lebih dari itu, kehadiran dan keterlibatan langsung sang Ketua Umum menjadi bukti bahwa visi Threefold yang selama ini digaungkan bukan sekadar konsep. Ia hadir, melayani, dan memimpin dari dalam—menjadi bagian nyata dari visi besar GGP.
Panggung Besar: Dari Pusat hingga Daerah Menyatu
Deretan pimpinan pusat hadir memperkuat momentum ini, di antaranya Ketua Dewan Pembina, Pdt. Eddy Cornelius, M.Th, Sekretaris Umum, Pdt. Robertus Sella, M.Th, serta Ketua BPP, Pdt. Sahaya Simbolon, SH.
Dari daerah, hadir tokoh-tokoh penting:
- Pdt. Semuel Benaja, ST., M.Pdk — Ketua MADA Jawa Barat sekaligus Gembala GGP Immanuel Bogor
- Pdt. Ir. Karnadi Margaka — Ketua MADA DKI
- Pdt. Nasso Telaumbanua, M.Th — Ketua MADA Banten
- Pdt. Ruli Wales — Ketua MADA Sumbagsel
Tidak hanya itu, kehadiran ratusan hamba Tuhan, gembala, pelayan, dan jemaat dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa GGP bukan hanya organisasi—melainkan gerakan yang hidup.
Dukungan juga datang dari pemerintah, melalui Pembimas Kristen Provinsi Jawa Barat, Pdt. Hemden Harapan Nainggolan, M.Min., M.Th, serta Penyelenggara Bimas Kristen Kota Bogor, Heppy Siahaan.
Saat Sejarah dan Masa Depan Bertemu
Di momen yang sama, GGP tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga meneguhkan langkah ke depan.
Buku Sejarah GGP Terkini resmi diluncurkan, diserahkan oleh Pdt. Prof. Dr. Timotius Sukarna, Ph.D bersama Pdt. Rudi Hermawan, sebagai tanda bahwa perjalanan panjang gereja tidak dilupakan, tetapi dijadikan fondasi.
Melalui SK No. 226/SK-MP/III/2026, sejarah diteguhkan.
Mars GGP: Warisan yang Menghidupkan Identitas
Suasana berubah haru ketika Mars GGP resmi ditetapkan melalui SK No. 227/SK-MP/III/2026.
Lagu ini bukan sekadar simbol, tetapi warisan dari almarhum Pdt. Henky Benaja.
Dalam momen penuh makna:
- Karya tersebut diserahkan oleh putranya, Pdt. Semuel Benaja, ST., M.Pdk
- Sebagai bentuk penghormatan, kesinambungan, dan identitas yang terus hidup
Mars ini kemudian dipercayakan kepada Departemen Musik dan Pujian melalui Pdt. Daniel Hudiono untuk menggema di seluruh Indonesia.
Ini Bukan Sekadar Ulang Tahun
HUT ke-103 ini meninggalkan satu pesan kuat:
GGP tidak sedang merayakan masa lalu, tetapi sedang menyiapkan masa depan.
Dan di tengah semua itu, satu kalimat tetap bergema:
“Bersatu, kita kuat.”
Jurnalis: Kefas Hervin Devananda
Editor Tim redaksi


