Jakarta, 27 Maret 2026 – Tak ada yang menyangka, sebuah aksi kemanusiaan sederhana di pelosok perbatasan justru berujung pada penyerahan senjata api secara sukarela oleh warga.
Peristiwa itu terjadi di Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (26/03/2026), ketika personel Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Baen menjalankan tugas rutin pelayanan kesehatan keliling.
Di tengah kegiatan tersebut, prajurit menemukan seorang anak yang menderita penyakit cacar. Kondisinya cukup memprihatinkan dan membutuhkan penanganan cepat. Tanpa banyak pertimbangan, tim kesehatan Satgas langsung memberikan perawatan intensif.
Hari demi hari, kondisi anak itu mulai membaik.
Namun, dampak dari tindakan itu ternyata jauh lebih besar dari sekadar kesembuhan.
Ayah sang anak, Bapak LF (57), merasa tersentuh oleh ketulusan para prajurit. Bukan hanya karena pengobatan yang diberikan, tetapi juga karena perhatian yang tulus tanpa pamrih.
Dari situlah, sebuah keputusan penting diambil.
Dengan kesadaran sendiri, ia mengungkapkan bahwa di rumahnya masih tersimpan satu pucuk senjata api jenis Springfield, peninggalan masa konflik Timor Timur. Senjata yang selama ini tersimpan akhirnya diserahkan kepada personel Satgas tanpa paksaan.
Danpos Baen, Lettu Arh Rifki, menilai kejadian ini sebagai bukti bahwa pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan mampu menciptakan dampak yang jauh lebih dalam dibandingkan pendekatan lainnya.
“Kami tidak hanya hadir sebagai aparat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Ketika kepercayaan itu tumbuh, maka segala sesuatu bisa terjadi dengan sendirinya,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa membangun keamanan di wilayah perbatasan tidak selalu harus dilakukan dengan cara-cara keras. Justru, sentuhan kemanusiaan mampu membuka ruang kepercayaan yang selama ini tertutup.
Penyerahan senjata api ini sekaligus menjadi simbol bahwa masyarakat mulai berani meninggalkan bayang-bayang masa lalu dan beralih menuju kehidupan yang lebih aman dan damai.
Di perbatasan negeri, sebuah tindakan kecil ternyata mampu menciptakan perubahan besar.
(Penkostrad)
Jurnalis: Romo Kefas


