Kota Bekasi | PusakaIlahi.com — Idul Fitri bukan hanya tentang kembali pada rutinitas, tetapi juga tentang kembali pada nilai—nilai keikhlasan, ketulusan, dan pengabdian. Semangat itulah yang tampak ingin ditegaskan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat meninjau langsung pelayanan publik, Kamis (26/3/2026).
Di tengah suasana pasca-Lebaran, ketika masyarakat mulai kembali mengurus berbagai kebutuhan administrasi, kehadiran pemimpin di tengah pelayanan menjadi simbol bahwa negara hadir untuk melayani, bukan dilayani.
Kunjungan dilakukan ke sejumlah titik penting seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi—tempat di mana interaksi antara pemerintah dan masyarakat berlangsung secara nyata setiap hari.
Dalam setiap langkahnya, Tri tidak sekadar memantau. Ia menyapa, berdialog, dan mendengarkan. Sebab pelayanan publik bukan hanya soal prosedur, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan.
“Setelah Idul Fitri, kita kembali dengan hati yang baru. Pelayanan juga harus mencerminkan itu—lebih tulus, lebih sabar, dan lebih peduli,” ungkapnya.
Di tengah penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi sebagian ASN, ia mengingatkan bahwa jarak kerja tidak boleh menjauhkan makna pelayanan. Tugas sebagai pelayan masyarakat tetap melekat, di mana pun dan dalam kondisi apa pun.
Bagi Tri, pelayanan publik adalah bentuk nyata dari pengabdian. Bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan moral untuk membantu sesama.
Ia pun menekankan pentingnya sikap ramah, kesabaran, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat yang datang dengan berbagai latar belakang dan persoalan.
“Ketika masyarakat datang, mereka membawa harapan. Tugas kita bukan hanya menyelesaikan urusan, tapi juga menjaga harapan itu,” tuturnya.
Lebih jauh, ia juga mendorong agar inovasi dan teknologi dimanfaatkan bukan hanya untuk mempercepat layanan, tetapi juga untuk mempermudah dan memanusiakan proses birokrasi.
Pasca-Lebaran menjadi momentum penting untuk memperbarui komitmen—bahwa pelayanan publik harus semakin bersih, transparan, dan penuh integritas.
Dalam semangat itulah, Pemerintah Kota Bekasi berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Sebab pada akhirnya, pelayanan terbaik bukan hanya yang selesai tepat waktu, tetapi yang dilakukan dengan hati.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi PusakaIlahi.com


