ONE GOSPEL CIMAHI MENJADI SAKSI KONSOLIDASI PELAYANAN GGP JAWA BARAT, DARI PENGUATAN VISI HINGGA PERSIAPAN MASA DEPAN GEREJA
Cimahi, 20 Juni 2026 – Ketika banyak organisasi menjadikan pertemuan sebagai rutinitas administratif, Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Jawa Barat memilih menjadikan pertemuan sebagai momentum memperkuat arah pelayanan. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Sidang Pelengkap I Majelis Daerah (SP1MD) GGP Jawa Barat 2026 yang berlangsung di GGP One Gospel Cimahi.
Mengangkat tema “Menolak Berhenti” berdasarkan Filipi 3:14, kegiatan ini tidak hanya mempertemukan para gembala dan pemimpin gereja dari berbagai daerah di Jawa Barat, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama tentang masa depan pelayanan gereja di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan begitu terasa di lingkungan GGP One Gospel. Para peserta yang datang dari berbagai wilayah tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat hubungan, bertukar pengalaman pelayanan, dan membangun sinergi yang lebih kuat.
Kepercayaan yang diberikan kepada One Gospel Cimahi sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya menjadi kebanggaan tersendiri. Di tempat yang dikenal sebagai salah satu buah pelayanan yang bertumbuh di Jawa Barat itu, para pemimpin gereja berkumpul dengan satu tekad yang sama: menjaga api pelayanan tetap menyala.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Umum GGP, Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. Dalam renungan Firman Tuhan bertajuk “Terus Berlari ke Garis Akhir”, ia mengajak para peserta untuk memandang pelayanan sebagai sebuah perjalanan yang harus dijalani dengan kesetiaan dan ketekunan.
Mengambil inspirasi dari Filipi 3:14, Pdt. Dicky menegaskan bahwa gereja tidak boleh terjebak dalam kebanggaan atas pencapaian masa lalu. Sebaliknya, gereja harus terus bergerak menjawab kebutuhan zaman dan mempersiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pelayanan.
Dalam refleksinya, ia juga mengingat perjalanan pelayanan ketika memimpin Majelis Daerah Jawa Barat selama dua periode. Pertumbuhan jumlah jemaat dari 35 menjadi 92 gereja dalam kurun waktu empat tahun menjadi bukti bahwa kesatuan visi dan kerja sama para gembala mampu menghasilkan dampak yang nyata.
“Tuhan tidak memanggil kita untuk berhenti pada keberhasilan. Tuhan memanggil kita untuk terus maju, terus membangun, dan terus menjangkau jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Kristus,” ungkapnya.
Usai ibadah pembukaan, Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Semuel Benaja, ST., MPd., secara resmi membuka SP1MD 2026. Pembukaan ditandai dengan menyanyikan Mars MADA Jabar yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat.
Lagu tersebut menjadi simbol persatuan para pelayan Tuhan yang berasal dari berbagai daerah namun memiliki visi yang sama untuk membangun pelayanan GGP yang semakin kuat dan berdampak.
Selain agenda pembukaan, peserta juga mengikuti sesi pembekalan yang menghadirkan Ibu Merlinda Jusak, S.Psi., M.Th., CBA. Dalam materinya, ia menyoroti pentingnya membangun hubungan keluarga yang sehat sebagai dasar pelayanan yang efektif.
Menurutnya, pelayanan yang besar harus dimulai dari kehidupan keluarga yang kuat. Karena itu, para gembala perlu memperhatikan keseimbangan antara tanggung jawab pelayanan dan kehidupan keluarga.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari panitia maupun peserta. Ada gairah untuk terus belajar dan berkembang. Ini menjadi modal yang sangat baik bagi pertumbuhan pelayanan di Jawa Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum GGP, Pdt. Dr. Robertus Sela, M.Th., menilai bahwa SP1MD memiliki peran penting dalam menjaga arah organisasi agar tetap bergerak sesuai visi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, forum seperti ini bukan hanya menjadi tempat evaluasi, tetapi juga sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan.
“Tema Menolak Berhenti mengingatkan kita bahwa pelayanan tidak boleh kehilangan fokus. Kita harus terus bergerak, terus mengevaluasi diri, dan terus mencari strategi terbaik untuk menjangkau lebih banyak jiwa,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki peran strategis dalam mendukung visi besar GGP ke depan.
“Kami terus mendorong terwujudnya visi Threefold dan target 200 jemaat lokal di Jawa Barat. Ini bukan sekadar angka, tetapi gambaran tentang semakin luasnya pelayanan dan semakin banyaknya jiwa yang dapat dijangkau,” tambahnya.
Di sela-sela kegiatan, suasana keakraban tampak terjalin antara para peserta. Diskusi-diskusi ringan, pertukaran pengalaman pelayanan, hingga pembahasan strategi pengembangan gereja menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan SP1MD tahun ini.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, SP1MD Jawa Barat menjadi ruang untuk memperkuat identitas, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan kembali panggilan pelayanan.
Dari One Gospel Cimahi, para pemimpin dan gembala GGP Jawa Barat membawa satu keyakinan yang sama: gereja harus terus bergerak, terus bertumbuh, dan terus menjadi terang bagi dunia.
Karena itulah, tema “Menolak Berhenti” bukan hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk melangkah lebih jauh dalam mewujudkan pelayanan yang relevan, berdampak, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan.
Laporan Khusus: Tim Media PEWARNA Indonesia Jawa Barat
Editor: Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.
Cimahi, 20 Juni 2026


