Depok – Malam takbiran yang biasanya penuh gema takbir dan euforia, tahun ini di Depok dijaga ekstra ketat. Aparat gabungan dari TNI, Polri, hingga instansi daerah “turun gunung” memastikan tak ada celah bagi gangguan keamanan.
Sebanyak 251 personel dikerahkan dalam Apel Gelar Pasukan di Mapolrestro Depok, Jumat (20/3/2026). Ini bukan sekadar seremoni, tapi sinyal kuat bahwa Depok tidak ingin kecolongan di momen sakral Idulfitri 1447 Hijriah.
Instruksi Tegas: Stop Takbiran Keliling
Kapolrestro Depok, Kombespol Abdul Waras, mengeluarkan peringatan keras: takbiran keliling tidak diizinkan.
“Kami tidak ingin euforia berubah jadi masalah. Semua potensi gangguan akan dicegah sejak awal,” tegasnya.
Aparat diminta langsung bertindak jika menemukan konvoi takbiran yang berpotensi memicu kemacetan, konflik, atau kecelakaan.
Bukan Hanya Jaga, Tapi Edukasi
Menariknya, pengamanan kali ini tidak semata mengandalkan kekuatan. Pendekatan humanis menjadi kunci.
Petugas di lapangan diarahkan untuk mengajak, mengingatkan, dan membina masyarakat, agar takbiran tetap berjalan khidmat tanpa mengganggu ketertiban umum.
Waspada Titik Rawan: Tawuran & Petasan
Fokus pengamanan tidak main-main. Aparat membidik beberapa potensi rawan:
- Tawuran remaja
- Petasan berbahaya
- Rumah kosong saat mudik
Semua menjadi perhatian serius agar tidak ada kejadian yang mencoreng suasana Lebaran.
TNI-Polri Satu Komando
Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Triano Iqbal, memastikan TNI siap all out mendukung pengamanan.
“Kami pastikan sinergi berjalan maksimal. Depok harus aman tanpa kompromi,” ujarnya.
Sebanyak 220 personel Polrestro Depok diturunkan, diperkuat unsur TNI, Satpol PP, Dishub, dan Kesbangpol.
Pesan Kuat: Rayakan, Jangan Rusak
Pemerintah dan aparat ingin satu hal sederhana: masyarakat tetap bisa merayakan malam takbiran dengan aman, tanpa harus ada kekacauan.
Malam takbiran bukan tentang konvoi, bukan tentang kebisingan berlebihan—melainkan tentang kemenangan, kedamaian, dan kebersamaan.
Jurnalis: Romo Kefas
Sumber: Yusd


